Politik Pemerintahan

Senyum Buruh Pabrik Rokok Surabaya Sambut BLT DBHCHT 2026 dari Khofifah

×

Senyum Buruh Pabrik Rokok Surabaya Sambut BLT DBHCHT 2026 dari Khofifah

Share this article

Beritahu.co – Momentum peringatan Hari Kartini tahun ini terasa spesial bagi ratusan buruh pabrik rokok PT Gelora Djaja (Wismilak). Pasalnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026.

​Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Buntaran, Surabaya, pada Selasa (21/4/2026) tersebut menjadi tanda dimulainya distribusi bantuan bagi para pekerja di sektor industri hasil tembakau. Khofifah tampak hangat menyapa para buruh, bahkan sempat berbincang mengenai masa kerja mereka yang mayoritas sudah mengabdi selama puluhan tahun.

​Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga besar PT Gelora Djaja karena telah menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi warga Jawa Timur. Menurutnya, loyalitas pekerja menjadi indikator bahwa perusahaan mampu memberikan rasa aman dan sejahtera.

​”Saya melihat senyum yang terpancar dari para karyawan. Saya tanya sudah berapa lama, ada yang 25 tahun, 27 tahun. Artinya mereka kerasan, bahagia, dan sejahtera bersama perusahaan. Mudah-mudahan semuanya baik,” ujar Khofifah di sela-sela penyerahan bantuan secara simbolis.

Baca Juga: Khofifah Bidik Ekspor Kopi dan Sinergi Pendidikan Al-Azhar dalam Kerja Sama Jatim-Alexandria

​Penyaluran BLT kali ini juga bertepatan dengan satu tahun perjalanan program KIP Putri Jawara, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Sosial, program ini telah merangkul lebih dari sepuluh ribu perempuan di seluruh wilayah Jatim.

​Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, merinci bahwa total anggaran bansos dari Pemprov Jatim untuk Kota Surabaya mencapai Rp5,947 miliar. Khusus untuk pos BLT DBHCHT buruh pabrik rokok, dialokasikan dana sebesar Rp3,841 miliar yang tersebar di berbagai perusahaan.

​”Untuk buruh pabrik rokok, masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Sementara penerima KIP Putri Jawara di Surabaya memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta per orang,” jelas Restu Novi Widiani.

​Di sisi lain, pihak manajemen perusahaan mengapresiasi transparansi pemerintah dalam mengelola dana cukai tersebut. Direktur Utama PT Gelora Djaja, Krisna Tanimihardja, menilai sinergi antara regulasi pemerintah dan industri sangat penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan.

​”Kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengelola DBHCHT secara transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat. Kami berharap penyaluran bantuan ini bisa menjadi dorongan tambahan bagi para buruh untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Krisna Tanimihardja.

​Krisna juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendukung penguatan UMKM lokal melalui ekosistem yang berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah provinsi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.(bi1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *