Beritahu.co – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Juanda Surabaya diprediksi akan semakin nyaman bagi para pengguna jasa transportasi udara. Selain kesiapan armada, inovasi fasilitas terbaru kini menjadi sorotan utama untuk memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman melalui Jawa Timur.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberikan apresiasi terhadap kesiapan Bandara Juanda sebagai hub utama pariwisata dan transportasi di wilayah ini. Ia mencatat bahwa kapasitas angkut maskapai saat ini masih memadai untuk melayani lonjakan penumpang yang mulai merangkak naik.
”Berdasarkan tinjauan kami ke pihak maskapai, suplai pesawat relatif cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin mudik atau berwisata ke Jawa Timur,” ujar Bambang Haryo Soekartono saat memantau persiapan angkutan Lebaran di Bandara Juanda. Rabu (18/3/2026).
Tiket Jakarta-Surabaya Turun Drastis
Salah satu kabar menggembirakan bagi pemudik tahun ini adalah harga tiket pesawat yang justru lebih terjangkau. Untuk rute padat seperti Jakarta (CGK) menuju Surabaya (SUB), harga tiket terpantau kompetitif berkat adanya kebijakan khusus.
BHS mengungkapkan bahwa harga tiket maskapai seperti Citilink kini berada di kisaran Rp600.000, turun jauh dari harga normal yang biasanya menembus angka di atas Rp1.000.000. Penurunan signifikan ini dimungkinkan berkat adanya pemberian diskon PJP2U atau airport tax sebesar 50 persen.
Tidak hanya soal harga tiket, Bandara Juanda juga meluncurkan fasilitas sleep capsule atau tempat istirahat tipe kapsul yang terletak di Gate 8. Fasilitas ini dirancang khusus bagi penumpang yang sedang transit lama atau mereka yang mengalami keterlambatan jadwal terbang (delay).
Baca Juga: Bambang Haryo Dorong BUMN Bangun Kapal di Dalam Negeri, Stop Impor!
General Manager Angkasa Pura Juanda, Muhammad Tohir, menegaskan bahwa fasilitas ini adalah bagian dari upaya pihaknya untuk terus berinovasi dalam melayani penumpang. Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong dibandingkan fasilitas serupa di luar area bandara.
”Fasilitas ini sangat nyaman dan murah sekali dibanding tempat lain, hanya Rp50.000 per jam. Ini solusi bagi penumpang yang menunggu transit cukup lama agar bisa beristirahat dengan layak,” ungkapnya.
Fasilitas Ramah Anak dan Area Kerja Baru
Manajemen Bandara Juanda juga melakukan beautification atau mempercantik area pelayanan dengan menghadirkan co-working space, learning corner, serta area bermain anak yang lebih representatif.
Bagi keluarga yang membawa balita, Muhammad Tohir menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim customer service yang siap mendampingi anak-anak dengan berbagai aktivitas jika terjadi delay. Anak-anak akan diajak mewarnai, melukis, hingga berinteraksi secara edukatif agar waktu menunggu tidak terasa menjemukan.
Hingga hari keenam pemantauan, rute domestik terpadat masih didominasi oleh tujuan Cengkareng (Jakarta), sementara untuk rute internasional, Kuala Lumpur (Malaysia) menjadi yang tertinggi. Dengan berbagai kesiapan ini, Bandara Juanda optimis dapat menjaga kelancaran arus mudik sekaligus menjadi pintu gerbang pariwisata Jawa Timur yang handal.(bi1)













